
foto by Agan Harahap
|
|
Hot Interview
"Berdiri Terinjak" - Refleksi Semangat Pee Wee Gaskins
28/01/2010 MENGACUNGKAN jari tengah sudah seperti ritual wajib menonton Pee Wee Gaskins dimanapun mereka manggung, baik yang suka maupun yang anti. Bahkan Dochi sering dengan sengaja mengajak penonton untuk mengacungkan jari tengah ketika menyanyikan lagu "Berdiri Terinjak". Apa istimewa lagu ini?
Trax ngajak ngobrol Dochi, dan kemudian banyak rahasia terungkap dari obrolan yang awalnya cuma sekadar celoteh ngalor ngidul.
apa istimewanya "Berdiri Terinjak"?
Sebelum adanya mereka yang menamakan anti PWG, kita emang udah dari awal punya ritual mengacungkan jari tengah di lagu ini. Ini semacam ungkapan perasaan. Kita dari dulu merasa selalu terkucilkan, tapi kita tetep aja cuek main. Dulu kita kan mainnya di acara metal screamo yang waktu itu lagi menjamur. Dulu kan jarang ada band sealiran PWG, yang ada aliran teriak-teriak semua.
Dulu gue inget banget pernah main di Colours Cafe Thamrin, pas baru awal-awalnya PWG. Disitu yang nonton ada temen-temen dari lingkungan band gue sebelumnya [band emo The Side Project]. Lantas banyak yang memandang gue gak enak kayak 'the -ngapain sih nih anak masih ngeband aja- look'. Dari sana lirik lagu "Berdiri Terinjak" keluar dari kepala gue. “...biarkan ku disini semua mata kan menatap rendah, ku kan terus keras bernyanyi...”. Sejak itu kita putuskan lagu ini semacam mewakili perasaan kita yang bakal terus akan ada yang gak suka, tapi kita tetap akan terus bernyanyi.
setelah menjadi terkenal, selanjutnya apa?
Lucunya kita belum pernah merasa welcome main di gigs. Karena kita tau dibelakang pasti akan ada omongan gak enak setiap kita manggung. Orang-orang terus bilang kita lupa sama gigs kecil kayak kacang lupa sama kulit. Padahal kita sendiri selalu merasa kecil di filosofi kacang tersebut. It's like....kita dulu pengen keluar dari kepenatan karena gak dihargain dikomunitas, tapi begitu kita bisa 'nyebrang', banyak komunitas yang mengklaim kita jadi penghianat karena gak mau main di gigs kecil. Padahal itu sama sekali gak bener. Kita masih seperti PWG dulu, kita siap main di gigs manapun.
bagaimana menyikapi yang anti-anti itu?
Menurut gue berhadapan dengan mereka itu punya pesan tersendiri. Kita jadi punya sesuatu yang bisa kita tawarkan yaitu main musik yang kita suka, bukan musik yang orang lain minta kita mainin. Menghadapi yang 'anti' semacam sebuah doping yang mendorong kita untuk jalan terus...terus dan terus. Mereka menstimulasi PWG untuk maju. makanya kita gak pernah grogi ketemu mereka, walau diteriakin sekalipun.
jadi semacam sikap negatif dari yang anti menjadi semangat positif buat kalian?
Betul. Dan kita beruntung ketemu orang-orang frontal yang secara blak-blakan ngasi tau kekurangan kita. Jadi menghemat waktu untuk kita membahas dalam forum internal. Kita jadi tau apa yang mesti dibenahi. Dari awal juga kita sudah pernah berhadapan dengan media . Mungkin karena attitude dan statement kita yang kurang berkenan.
ini yang membuat kalian terlihat santai dengan cacian?
But that's just who we were. We're just kids growning up and learning things the hard way. Saat paling berkesan buat gue bukan saat diatas panggung, tapi justru bagaimana bertahan menuju ke panggung-panggung selanjutnya., meeting new people, belajar banyak dari mereka yang lebih dulu ngerasain manis pahitnya sebuah band punk rock yang influenting youth. Setidaknya kita bisa ngasih contoh positif kalau menuju kesenangan itu gak segampang bersenang-senang itu sendiri. You jump higher, you fall harder. And then you learn, and jump again, and this time you're stronger.
ini menjadi semacam sebuah beban?
Iya juga. tapi walau ini akhirnya menjadi beban, once we decided to make good examples, kita jadi terbebani tanggung jawab untuk tidak reckless lagi.
Comments! |
|
|
| |
|