
foto oleh Wahyu Nugroho
|
|
Exposed
Ketika Gruvi bilang Cinta
27/01/2010 “DI album pertama kita agak sedikit jaim, nah di album kedua ini kita berusaha untuk lebih jujur,”ungkap Ari. Jujur disini menurutnya dari penggarapan albumnya, dari lagu dan lirik-lirik yang disampaikan. “Liriknya sengaja dibuat lebih ngobrol, gampang ditangkep dan isinya bisa masuk ke cerita orang-orang,”tambahnya kemudian.
Itu sekilas rangkuman penjelasan Ari tentang album kedua Gruvi yang bertajuk Bilang Cinta, yang dirilis oleh Universal Music Indonesia. Pada press conference yang dilangsungkan di Lollypop, Senayan City, Rabu [27/01] kemarin. Pada acara yang dipandu oleh MC kondang Indra Bekti ini, terasa sekali aura Lollipop sangat cocok dengan konsep album Gruvi yang berwarna dengan mengambil lirik yang fun, lugas dan tanpa basa-basi, persis seperti anak-anak.
“Buat kami, nggak perlu lirik yang puitis-puitis dan bikin yang denger jadi mikir,”ungkap Ari yang memang banyak menciptakan lirik di Gruvi. Dan memang jika kita dengarkan lagi lirik-lirik album kedua mereka, terasa sekali unsur kelugasannya. Masih ngobrolin soal cinta, mereka mengemasnya dengan bahasa sehari-hari yang lugas dan ringan, anti jaim, tanpa basa-basi, tapi juga seru dan fun. Ini tidak lain menjadi goals bermusik Gruvi yang ingin menembak target pasar seluas mungkin, “Dari anak-anak sampai orangtua lah, kita ingin meraih Gruvis [sebutan fans Gruvi] seluas mungkin,” ujar mereka.
Di album keduanya, band yang terkenal dengan identitas personil yang colourful ini juga memberitakan soal kepergian Yudhis, si biru yang cabut dari band ini karena alasan perbedaan konsep bermusik. Meski demikian, ini nggak mengendorkan semangat mereka untuk meneruskan Gruvi. Namun tetap sebagai sebuah keutuhan, mereka tetap akan mencari pengganti si Biru yang hilang.|wahyu
Comments! |
|
|
| |
|