LLATEST NEWS, EVENT, & MORE
 
LATEST NEWS
Taring Drakula di Negri Singa Putih
Taring Drakula di Negri Singa Putih

Tampil seperti drakula berlumuran darah, The Brandals mampu menghisap perhatian penonton Baybeats Festival 2010 dan menuai puja-puji dari band-band pengisi lainnya.

SEARCH SOMETHING:
TRAX EVENT
  LET'S GET PARTY STARTED

Black Majesty. photo by Rio
Exposed
Satu dekade Metal LIAN MIPRO
22/02/2010

DULU rasanya sulit bagi kita untuk merealisasikan mimpi menyaksikan band-band ektrem metal favorit kita berlaga di atas panggung tanah air, mengingat sejarah kelam konser rock Indonesia yang selalu berujung dengan kerusuhan. Namun, duo Ucok dan Omen yang mendirikan LIAN MIPRO sejak kuliah mampu mendobrak stigma 'konser rock selalu rusuh' dan membayar kepercayaan aparat keamanan yang telah memberi izin dengan menggelar konser dari aksi-aksi rock/metal terbesar dunia dengan aman.
   Dimulai dengan road show “Monster of Rock” ke 4 kota yang melibatkan 100 band 'keras' nasional di tahun 2002, LIAN MIPRO mulai merambah kancah internasional dengan mewujudkan mimpi semua anak metal negeri ini dengan mendatangkan Napalm Death ke Jakarta pada tahun 2005. Berlanjut dengan para raksasa metal lainnya, Kreator, Sodom dan Suffocation. Kembalinya Napalm Death ke Jakarta tahun 2007 membuka pintu bagi The Black Dahlia Murder dan band punk rock MXPX berkunjung ke Indonesia. Daftar makin panjang dengan kedatangan Bleeding Through, Extreme Noise Terror dan legenda hard core Sick of It All tahun 2008.
   Mulai banyaknya konser rock/metal yang dibuat oleh EO lainnya membuat LIAN MIPRO merubah strategi dengan menggelar Jak Cloth selama 2 hari di tahun 2009. Memasuki tahun ke-10, LIAN MIPRO lebih memfokuskan diri pada acara-acara yang menjadikan bisnis sandang sebagai jualannya. Berbagai festival clothing/distro akan diselenggarakan sepanjang 2010, antara lain Tangerang Clothing Expo, Bandung Clothing Expo, Jogja Clothing Expo, Jak Cloth II serta Malaysia Urban Clothing Fest. Perambahan ke lahan retail itulah yang membuat pesta ulang tahun satu dekade LIAN MIPRO selain dipenuhi gelegar metal juga dibanjiri deretan brand clothing. Jadilah festival 2 hari yang bertajuk Bla Bla Bla Festival ini menjadi ajang pesta metal yang garang sekaligus surga bagi para kaum belanja.
   Cuaca mendung yang menggelantung di langit Jakarta tidak menyurutkan lebih dari seribu manusia yang didominasi t-shirt masuk ke dalam venue. Master V dari kota Yogyakarta tampil dengan rock bersentuhan etnik yang berbeda denga kebanyakan band-band yang tampil di festival itu. Menjelang break maghrib, Down For Life, unit hard core/metal asal Solo tampil membakar Jakarta yang mulai gelap. Selain datang untuk bermain, Down For Life dan label mereka, Belukar Record juga membuka stand yang menjual t-shirt dan CD lokal maupun import.


Betrayer  

   Di stand ini juga mereka menyediakan alkohol lokal bernama Ciu secara gratis, terang saja ini menjadikan Belukar sebagai stand yang paling meriah dan favorit sebab dipenuhi muka-muka yang memerah karena mabuk. Selepas magrib giliran Blue Flag dan Betrayer mengambil alih panggung. Betrayer yang tidak lagi berisi anggota orisinil masih mampu menarik perhatian dengan thrash metal ala Kreator di lagu “Hukuman Mati” dan tentu saja hits “Bendera Kuning”.


Seringai   

   Berikutnya Paper Gangster yang mengintimidasi dengan Moeg, vokalis yang mudah dikenali lewat tubuh raksasanya. Seringai yang tampil tepat setelah Paper gangster membuat crowd tidak beranjak dan tetap berada di moshpit. Membuka dengan “Berhenti Di 15”, vokalis Arian13 melontar joke segar bernada provokatif dengan bertanya pada penonton, “Lebih pintar mana Seringai atau Roy Suryo ?” Lagu yang jarang dibawakan “Menelan Mentah, Semua in Tak'kan Lama Bertahan” dimainkan juga dengan “Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan)” yang diiringi kepalan tinju kiri yang melayang di udara sbagai tanda perlawanan.


Roxx  

   Tidak salah menempatkan veteran metal ibukota, Roxx sebagai pemuncak. Hampir semua orang menunggu Trison, Jaya, Toni, Crow dan Raden yang memang jarang tampil. “5 cm”, “Gontai”, “Price” serta anthem rock lokal sepanjang masa, “Rock Bergema” sudah cukup bagi para fans Roxx untuk bernostalgia kembali.


Trauma  

   Sementara itu, Black Majesty yang disebut sebagai band metal no.1 di Australia tampil di hari kedua. Mengusung power-metal seperti band-band asal Skandinavia, Black Majesty menampilkan lagu yang bertebaran banyak double solo gitar dan vokal yang melengking tinggi seperti di lagu "Reborn Dragon" dan "Let's Face The War". Penonton yang tampak kurang familiar dengan lagu-lagu mereka cukup terbakar akibat vokalis John Cavaliere pintar membakar penonton dengan koor-koor yang membuat suasana menjadi hidup.
   Sebelumnya, Locomotive yang dihuni Ucok 'LIAN MIPRO' sebagai vokalis tampil bersemangat dengan rock bernada Guns N' Roses. Juga tampil Navicula, gerombolan psychedelic-grunge asal Bali yang tengah gencar melakukan promo singel terbaru mereka, “Metropolutan”. Nama lainnya yang ikut membakar Bla Bla Bla Festival antara lain, Trauma, Straight Out, Killed By Butterfly dan Dreamer yang membawakan cover version Paint In Black dari The Rolling Stones. Metalheads di area moshpit yang sempat menyusut akibat turun hujan, kembali penuh ketika Tengkorak tampil sebagai penutup.


Tengkorak  

   Hujan seakan tidak berani turun ketika Ombat Nasution mulai menggerinda, akibatnya suasana tidak terkendali ketika “Teroris”, “Pemimpin Gila” dan “Konflik” dimainkan sebagai penutup. Semuanya ber-headbanging, tidak peduli berambut gondrong atau tidak.

RSS traxmagz.com   Print   SocialTwist Tell-a-Friend
 YOUR COMMENT!
Nama
Email
Komentar
  refresh
Validation Code
 
 Comments!
 
TRAX LOAD!
  GUIDE FOR YOU!
"Stoned Soul Picnic"
Laura Nyro
"Shaolin Temple"
Barrington Levy
"Murder"
Extreme Noise Terror
"Epistrophy"
Eric Dolphy
"See Emily Play"
Salon Music
Sebuah mini album berisi empat lagu sebagai perayaan hadirnya kembali band asal Massachusets ini.
MORE >>>
album ini ternyata dinilai oleh banyak kritikus mengenyam predikat yang sangat baik ketimbang Garlands.
MORE >>>
Santana ternyata sempat begitu populer di Indonesia. Simak pengaruh Santana dalam corak musik rock Indonesia awal 70-an.
MORE >>>
 TRAX PLAYER!