
foto by Agan Harahap | Inal
|
|
Live Report
LANTAI DANSA PLUG N PLAY
15/02/2010 
TIDAK hanya Shaggy Dog yang tampil di pesta perilisan majalah Trax setiap bulannya di Hard Rock Cafe Jakarta malam itu, tapi juga kombinasi dari para aksi mainstream dan independen terbaik ibu kota. Digelar Rabu, [10/2], mulai dari Samsons, Ada Band hingga The Porno dan Monkey To Millionaire ikut meramaikan pesta yang dihadiri oleh para pembaca setia Trax dan juga penggemar fanatik dari band-band tersebut. Mereka yang tampil di acara Trax Plug and Play persembahan Trax Magazine bersama FLEXI dan Hardrock Cafe ini adalah para musisi yang berita maupun profilnya telah dimuat oleh majalah Trax edisi Februari.

The Porno
Sejak pukul 8 malam, Hard Rock Cafe Jakarta, tempat acara ini digelar, perlahan tapi pasti mulai dipenuhi oleh masing-masing fans dari band yang akan tampil. Mulai dari wanita-wanita cantik pemuja Donny Ada Band dan Bams Samson hingga para penggemar musik alternative yang menunggu aksi The Porno dan Monkey To Millionaire. Terlihat juga para penggemar Shaggy Dog yang mudah terciri dari gaya berpakaian mereka. Memasuki setengah sembilan malam The Porno didaulat naik ke atas panggung. Kuartet post-punk asal Jakarta Timur ini tadinya tidak dijadwalkan tampil bulan ini, mereka menggantikan posisi solis Ade Alfonso yang berhalangan karena masalah keluarga. Cahaya Hard Rock Cafe yang gelap sejalan dengan post punk ala Joy Division milik The Porno. Angga (vokal), Yanu (bas), Pandu (gitar) dan Prabowo (drum) tampil dingin dengan musik distorsi tiga kunci yang konstan. Tidak banyak berkomunikasi dengan penonton yang tampak kebingungan dan tidak terbiasa dengan warna musik band ini, The Porno membuka dengan “Premature” lalu nafas punk rock di “Hantam Ku Gerak Gerilya”. Salah satu Star of The Month edisi Februari majalah Trax ini tampak acuh dengan reaksi penonton yang sulit mencerna musik mereka dengan memainkan “Introvert”.

Monkey to Millionaire
Usai The Porno, tampil rekan mereka di Sinjitos Records, Monkey To Milionaire dengan 90's alternative yang kental. Trio Wisnu (vokal/gitar), Agan (bas) dan Emir (drum) tampil ringan dan santai. Bahkan Wisnu sempat tampil sendirian hanya ditemani gitar. Beberapa orang mulai maju ke depan ketika band eks finalis L.A Lights Indiefest ini tampil.

Ada band
Usai Monkey To Milionaire giliran Ada Band naik panggung. Mendadak bibir panggung telah berisi wanita-wanita yang siap dibuai lagu-lagu cinta romantis. Ada Band yang kini tinggal bertiga tampil dengan format akustik yang terasa hangat dan intim. Terkadang Donny membiarkan para wanita itu bernyanyi dan berteriak ketika vokalis idola kaum hawa itu menyimpulkan senyumnya ke arah mereka. Lagu-lagu romantis pemuja wanita seperti “Langit Tujuh Bidadari”, “Manusia Bodoh” dan hits “Masih (Sahabatku Kekasihku)” berkumandang. Walaupun Ada Band telah beranjak dari panggung, namun para wanita itu masih saja tetap berdiri disana. Mereka menantikan idola kaum hawa selanjutnya, Bams dengan bandnya Samson. Berbeda dengan Ada band, Samson yang tampil lengkap berlima memilih set semi akustik untuk tampil di gelaran Trax Plug and Play yang keenam ini dengan Erik bertugas memainkan gitar akustik sedangkan Irfan tetap di gitar elektrik. Bermain semi akustik tidak menurunkan kadar kualitas lagu-lagu Samson, kesan light malah kental terdengar lengkap dengan aransemennya yang sedikit dirubah. Magnet Bams begitu terasa ketika para wanita tadi tidak melepaskan barang sedikit pun pandangannya dari gerak gerik vokalis bertubuh atletis tersebut, terlebih ketika Bams mulai berkeringat dan melepas sweater-nya ketika menyanyikan “Naluri Lelaki”. Selain menyuguhkan musik-musik berkualitas, Trax Plug & Play yang didukung oleh FLEXI ini juga membagi-bagikan sejumlah handphone CDMA FLEXI secara cuma-cuma kepada para penonton yang beruntung lewat games-games menarik yang dibawakan MC. Banyak yang ikutan dalam kesempatan ini dan so pasti, mereka yang membawa pulang satu paket handphone FLEXI adalah orang yang paling beruntung.
Shaggy Dog
Back to the stage, sementara Samsons memainkan set-nya, di lantai atas anak-anak Shaggy Dog tengah meminum gelas demi gelas bir agar lebih rileks ketika tampil. Dan benar saja saat waktunya tiba, gerombolan Shaggy Dog yang sudah berada di Jakarta selama sebulan dalam rangka promo album terbaru mereka, Bersinar benar-benar menguasai panggung. Bibir Panggung pun siap menggelar lantai dansa yang rapat bagi para Doggiez (fans Shaggy Dog). Diiringi beat ceria yang memprovokasi hingga sulit bagi para penonton untuk tidak berdansa sampai akhir. Vokalis Heru pintar berkomunikasi engan penonton yang membuat suasana sangat riang serasa tidak ingin malam itu berakhir. Dari irama ska “Anjing Kintamani”, latin “Ditato” hingga anthem “Di Sayidan” penonton tidak pernah berhenti menggoyangkan tubuhnya, kibordis Lilik pun ikut bernyanyi di salah satu lagu. Tembang kebesaran ska “Monkey Man” dari The Specials dibawakan. “Banyak orang menganggap dangdut itu cheesy tapi disini kita akan membawakan dangdut,” ujar Heru membuka lagu yang menjadi singel album terbaru mereka, “Honey”. Dari rencana mmhanya membawakan sekitar 5 lagu, Shaggy Dog memanjangkan set list mereka menjadi lebih dari 10 lagu. Shaggy Dog benar-benar menjadi penutup yang klimaks bagi pergelaran Trax Plug and Play malam itu. Sampai bertemu di event Plug and Play berikutnya!!!|rio
Comments! |
|
|
| |
|